Jumat, 14 Februari 2020


PENGUKURAN KADAR ION NITRIT DENGAN SPEKTROFOTOMETER UV-VISIBLE

ABSTRAK
   Telah dilakukan percobaan pengukuran kadar ion nitrit dengan spektrofotometer UV-Visible. Tujuan percobaan ini yaitu memahami prinsip yang melandasi metode pengukuran kadar suatu senyawa, dan mampu menentukan kadar ion nitrit dalam suatu sampel dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sampel yang dianalisis merupakan sampel air danau griya serpong asri cisauk suradita. Pada sampel dilakukan perlakuan yang sama seperti pada larutan standar nitrit yaitu dengan penambahan larutan sulfanilik dan naphthylenediamine (NEDA), untuk membentuk senyawa kompleks berwarna merah muda keunguan. Pada sampel didapat nilai konsentrasi sebesar 0.014 ppm dan absorbansi sebesar 0.013 abs. Sedangkan untuk uji presisi dinyatakan dengan simpangan baku (SD) sebesar 0.008579245 dengan % RSD sebesar 0% dan % recovery sebesar 86.96%. Hasil pengujian diperoleh nilai LOD sebesar 0.02793329 ppm. Hasil pengujian diperoleh nilai LOQ sebesar 0.093110968 ppm. Dapat disimpulkan bahwa, kadar ion nitrit pada kedua sampel masih aman digunakan, dan validasi akurasi dengan menggunakan spektrofotometer UV untuk nitrit memenuhi syarat (baik).

Kata Kunci: spektrofotometer UV-Vis, kurva kalibrasi, ion nitrit, dan validasi


Full Text:
Pengukuran Kadar Ion Nitrit Dengan Spektrofotometer UV-Vis

PENGENALAN ALAT SPEKTROFOTOMETER UV-VIS, KALIBRASI DAN PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM

ABSTRAK

         Salah satu instrumen penunjang yang dapat digunakan dalam penentuan suatu unsur atau senyawa dalam kegiatan penelitian yakni spektrofotometri UV-VIS. Prinsip kerja spektro UV-VIS yakni pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan tabung foton hampa. Tujuan utama praktikum ini adalah menentukan panjang gelombang maksimum senyawa aseton dan kurkuminoid dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Rangkaian metode penelitian dimulai dengan mengekstrak kurkuminoid dari tanaman kunyit (Curcuma longa) dengan cara ekstraksi pelarut. Kemudian ekstrak yang didapat diukur panjang gelombang maksimumnya dengan alat spektrofotometer UV-VIS. Didapati panjang gelombang maksimum untuk senyawa aseton adalah 264.99 nm dan kurkumin dengan warna komplementer kuning adalah 423,17 nm.

Kata kunci : Aseton, Ekstraksi, Kurkuminoid, spektrofotometer UV-VIS


Full Text:
Pengenalan Alat Spektrofotometer UV-Vis

PENGENALAN & KALIBRASI ALAT SPEKTROFOTOMETER FOURIER TRANSFORM INFRA RED (FTIR)

ABSTRAK

      Salah satu instrumen penunjang yang dapat digunakan dalam penentuan struktur suatu senyawa dalam kegiatan penelitian yakni spektrofotomete FTIR (Fourier Transform Infra Red). Prinsip kerja FT-IR didasarkan pada energy vibrasi molekul yang dihasilkan dari interaksi antara molekul dengan radiasi sinar inframerah. Tujuan utama praktikum ini adalah melihat keakuratan pembacaan frekuensi/panjang gelombang sampel dan membandingkan hasilnya dengan literature yang telah ada. Rangkaian metode penelitian dimulai dengan mengkalibrasi dengan menggunakan sampel polistirena dan dilanjutkan dengan pengukuran sampel parafin cair. Dari hasil pengamatan yang didapat, diketahui bahwa alat spektrofotometer FTIR yang digunakan cukup teliti. Terbukti dengan pembacaan senyawa film polistirena dan parafin yang dimana sesuai dengan spektrum yang ada pada literatur ataupun jurnal pembanding.

Kata kunci : Kalibrasi, Polistirena, Parafin, spektrofotometer FTIR


Full Text:
Pengenalan Kalibrasi Alat Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red


PENETAPAN KADAR ION LOGAM DENGAN ATOMIC ABSORPTION SPECTROFOTOMETRY (AAS)


ABSTRAK

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memahami prinsip-prinsip dasar analisa logam dengan spektroskopi serapan atom, dan mampu menentukan kadar Fe dari sayuran dengan teknik destruksi basah. Pada praktikum ini preparasi sampel menggunakan destruksi basah yaitu sampel ditambahkan dengan HNO3 dan HClO4 setelah didestruksi. Hasil pengukuran didapatkan nilai regresi linearnya yaitu y = 0,0238x-0,0013, dan konsentrasinya yaitu sebesar 1,38 ppm. adanya Fe dalam Bayam karena unsur hara yang diserap oleh akar tanaman dari larutan tanah.

Kata Kunci : Bayam, Fe, AAS


Full Text:




PENENTUAN KADAR PROTEIN DENGAN METODE LOWRY
1Eko Fahrul Umam
2Bilal Mubarak Ahmad, 3Falah Azizah Elmaria, 4Diaz Ayu Widyasari, 5Firda Apriyani, 6Nahla Qurrotu’ain, 7Pratiwi Nur Kinasih, 8Risma Ramjani, 9Siti Fikroh Masyruroh.
*Kelompok 2 Praktikum Kimia Analisis Instrumen
Program Studi Kimia, FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Jakarta 15412

ABSTRAK

Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Protein merupakan zat yang sangat berguna bagi kehidupan manusia serta merupakan komponen utama dalam sel hidup dan memegang peranan penting dalam proses kehidupan. Protein sederhana pada putih telur terdiri atas ovalbumin, ovoconalbumin dan ovoglobulin, sedangkan yang kedua termasuk glycoprotein, yaitu ovomucoid dan ovomucin. Kadar protein dalam putih telur memenuhi Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) yang dinyatakan dalam gram yaitu sebesar 1,2  %. Metode penentuan protein dalam putih telur menggunakan metode Lowry yang memberikan warna biru intensif yang dapat dideteksi secara kolorimetri. Hasil pengujian didapatkan nilai regresi.

Kata Kunci: Protein, Spektrofotometer UV-Visible, Metode Lowry


Full Link:


ANALISIS KADAR KAFEIN DALAM DAUN TEH DENGAN HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC)


ABSTRAK

Kafein merupakan jenis alkaloid yang secara alamiah terdapat dalam biji kopi, daun mete, biji kola, biji coklat, dan daun teh. Analisis kualitatif dilakukan dengan membandingkan waktu retensi komponen dalam sampel dengan waktu retensi standar. Waktu retensi yang ditunjukkan oleh kromatogram teh poci adalah 3,401 menit sedangkan waktu retensi pada hasil kromatogram standar kafein adalah 3,538 menit dengan luas area masing-masing untuk standar kafein dan teh poci berturut-turut adalah 871274,06 dan 2320888,17. Kadar kafein dalam 1 mL sampel teh poci menandung 0,133189 ppm kafein.

Kata kunci : High Performance Liquid Chromatography, Kafein, Teh Poci

Full Text: